Berkah Bank Sampah Rangga Mekar

ragambogor.com – Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Bicara soal sampah, masyarakat Indonesia umumnya tidak peduli sampah yang dihasilkan rumah tangganya. Tidak mengherankan jutaan meter kubik sampah rumah tangga bercampur baur menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di berbagai kota.

Bank Sampah Rangga Mekar berdiri karena adanya keprihatinan masyarakat terhadap lingkungan sekitar yang semakin lama semakin dipenuhi dengan sampah baik organik maupun anorganik. Sampah yang semakin banyak tentu akan menimbulkan banyak masalah, sehingga memerlukan pengolahan seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna.

Berlatarbelakang hal di atas, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Dan PKK Kelurahan Rangga Mekar bekerja sama dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat (Nusatani, Paguyuban Bogor, Ormas Oi Hing Puri Bima Sakti) membentuk Bank sampah Rangga Mekar.

Berdiri di lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum Taman Interaksi Warga & Arboretum Rangga Mekar RW 10/ RT 01, yang memanfaatkan lahan milik pemerintah kota Bogor seluas 9.318 m2, Bank sampah Rangga Mekar diresmikan oleh Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto pada tanggal 22 Februari 2016. Selain Bank sampah dibangun juga Rumah Kreatif 3R Nusantara sebagai tempat pembelajaran dan kerajinan daur ulang sampah dengan menggunakan fasilitas bekas rumah contoh milik Bogor Nirwana Residence yang sudah kosong dan tidak termanfaatkan.

Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bogor Selatan, Heri Heriyanto menjelaskan, Bank sampah Rangga Mekar merupakan implementasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat (community based solid waste management). Secara harfiah pengelolaan sampah berbasis masyarakat diartikan sebagai sistem penanganan sampah yang direncanakan, disusun, dioperasikan, dikelola dan dimiliki oleh masyarakat.

Heri menjelaskan, dalam mengumpulkan sampah, Bank Sampah Rangga Mekar mengandalkan dua cara yaitu penyetoran langsung oleh masyarakat ke bank sampah dan petugas bank sampah mencari sampah ke pusat sampah di masyarakat secara door to door. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah menjadi sampah organik dan sampah an organik. Setelah nasabah mengisi absensi, kemudian petugas mencatat jenis sampah yang dibawa. Sampah kemudian ditimbang sesuai dengan jenis sampahnya. Data berat sampah dan nominal rupiah yang diterima kemudian dicatat di buku besar kemudian nasabah pulang membawa bukut tabungan yang sudah berisi nominal rupiah hasil penimbangan sampah.

‘Untuk sampah di wilayah Rangga Mekar bisa sampai 500 Kg per hari. Dalam sebulan yang masuk ke Bank sampah bisa 1.5 ton mulai dari sampah logam, plastik, kertas dan lain-lain. Sampah yang disetorkan warga di hargai mulai dari Rp 150 – Rp 600 ribu tergantung dari jenis sampahnya,” kata Heri Jumat (24/08/2018).

Heri melanjutkan, Bank sampah Rangga Mekar melayani 13 RW yang terdiri dari pemukiman teratur (perumahan elite) dan pemukiman tidak teratur (perkampungan). Sampah-sampah tersebut kemudian dikirim ke pengepul besar, namun beberapa sampah anorganik dimanfaatkan untuk membuat kerajinan tangan seperti pot bunga, goody bag, miniatur hiasan rumah tangga, atau produk-produk sekunder yang lainnya, sedangkan sampah organik diolah menjadi pupuk kompos.

Dalam perkembangannya, banyak pihak yang melirik dan tertarik dengan kiprah Bank sampah Rangga Mekar. Telah banyak kalangan yang berkunjung ke Bank sampah Rangga Mekar seperti perwakilan pemerintah kota Semarang, Malang dan Pemeritah Timor Leste, tak terkecuali kalangan akademisi dan diangkat dalam berbagai media masa cetak dan elektronik. Bantuan dari pemerintah pun datang dengan sendirinya, baru-baru ini Bank sampah Rangga Mekar telah mendapatkan bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum berupa alat untuk mengelola sampah organik serta digester biogas. Alat tersebut berguna untuk memisahkan sampah untuk memudahkan pembuatan produk turunan dari sampah organik. Sedangkan digester biogas berguna untuk menghasilkan biogas dari hasil pengolahan sampah organik.

“Dengan adanya Bank sampah Rangga Mekar, diharapkan dapat mengurangi volume sampah di tempat pembuangan sampah yang dapat mencemari lingkungan sekitar. Dalam jangka panjang keberadaan Bank Sampah Rangga Mekar dapat berperan aktif dalam membantu program Pemerintah Kota Bogor dalam mewujudkan Bogor menjadi Kota yang BISA (Bersih, Indah, Sejuk dan Asri),” pungkasnya.

 

Sumber: kabar17.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *